Menjadi juara di Olimpiade Tokyo tentu bukan perjalanan yang mudah. Ada banyak rintangan panjang dan harus dihadapi dengan perjuangan keras. Kemenangan juga akan diraih jika mendapatkan banyak dukungan.
Saat ini, berbagai atlet di Indonesia tengah disibukkan untuk bertanding melawan negara-negara hebat pada ajang bergengsi tersebut. Berbagai cabang olahraga diikuti, diantaranya bulu tangkis, panahan, sepak bola, dan lain sebagainya.
Dari banyaknya cabang olahraga tersebut, tidak semua orang tau secara mendalam. Sebagian besar hanya mendukung atlet dari bulu tangkis, renang, sepak bola, olahraga yang memang cukup terkenal dikalangan masyarakat umum.
Namun, taukah Anda bahwa Indonesia juga memiliki atlet peselancar indonesia yang hebat yang berusaha melukis prestasi untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional? Rio Waida, ia merupakan seorang atlet peselancar putra milik Indonesia.

Sudah Berusaha Maksimal, Atlet Peselancar Indonesia Rio Masih Kesulitan
Sebagai atlet yang siap bertanding, Rio telah mempersiapkan semuanya dengan baik jauh hari sebelum olimpiade dimulai. Sayangnya, cabang olahraga yang diikuti oleh Rio tidak hanya mengandalkan strategi.
Atlet kebanggaan Indonesia itu harus menghentikan mimpinya untuk mendapatkan medali di ajang bergengsi tersebut karena situasi dan kondisi. Rio berhenti di babak 16 besar karena sebuah halangan diluar kendali.
Ia menyebutkan, saat berselancar untuk mengikuti olimpiade ini, ia terhalang oleh kondisi laut. Rio tampil memukau di Pantai Tsurigasaki, namun sayangnya kondisi laut saat itu sama sekali tidak mendukung.
Hal tersebut dikarenakan adanya angin kencang dan juga ombak yang membuatnya cukup merasa kesulitan meskipun sudah berusaha maksimal. Arus di lautan juga cukup deras, sehingga membuatnya pada posisi yang salah.
Atlet peselancar Indonesia, Rio Waida mengungkapkan bahwa dirinya merasa bingung pada 10 menit pertama untuk menemukan tempat berselancarnya. Ia telah menemukan ombak dan berusaha tampil sangat baik, namun penilaian juri justru kurang memuaskan.
Penilaian juri lebih berpihak pada atlet asal Jepang, yaitu Kanoa Igarashi dengan perolehan nilai (12.00) – (14.00). Akhirnya Rio Waida harus gagal untuk lanjut ke babak selanjutnya. Pertandingan kurang berpihak padanya.
Atlet asal Indonesia itu juga menjelaskan bahwa di sekitarnya memang terdapat banyak ombak, akan tetapi tidak terkejar dengan baik. Baginya, tidak mudah untuk mendapatkan ombak yang cocok dan bagus.
Faktor lainnya mungkin karena permainan surfing-nya kurang. Ia mengevaluasi permainannya, jika ada banyak ombak yang bisa didapatnya, maka akan memperbesar peluang Rio untuk mendapatkan nilai terbaik dari juri.

atlet peselancar indonesia
Rio Waida peselancar Indonesia

Enggan Menyerah, Meski Gagal Raih Medali
Rasa nasionalisme dan kegigihan seorang atlet peselancar Indonesia Rio Waida membuatnya tidak menyerah meskipun gagal meraih medali emas pada Olimpiade Tokyo 2020. Usianya masih 21 tahun, dia masih sangat muda dan bersemangat untuk meraih kesuksesan.
Rio akan mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Kegagalan bukan akhir dari segalanya, hal tersebut membuat ia terus berusaha bangkit agar dapat membawa pulang medali saat mengikuti Olimpiade Paris tahun 2024.
Atlet muda berbakat ini mengakui kehebatan sang lawan, yaitu Kanoa Igarashi sebagai surfer nomor 6 yang berhasil unggul dengan nilai cukup baik. Akan tetapi, performa Rio sebagai peselancar dinilai dramatis.
Pada waktu lima menit terakhir, atlet putra Indonesia tersebut dapat mengejar ketertinggalannya. Namun, waktu yang disediakan untuknya habis dan harus menutup ronde ketiga dengan skor 12-14.
Meski sebelumnya ia sempat mengalahkan Igarashi pada ISA World Surfing Games 2019 di Mizayaki, Jepang, kondisi kali ini berbeda. Sebagai peselancar, strategi saja tentu tidak cukup.
Dibutuhkan latihan lebih dan pembelajaran maksimal mengenai kondisi laut agar mampu menciptakan peluang di tengah angin kencang. Gagal mendapat medali tidak masalah, Rio tetap membawa pulang pelajaran berharga.
Rencana ke depan, peselancar Indonesia ini akan pergi ke Meksiko untuk tampil dalam Kejuaraan Dunia. Hal tersebut ia persiapkan agar mampu membawa medali di Olimpiade Paris 2024.