Satu lagi atlet Indonesia yang telah gugur dari ajang olimpiade Tokyo 2020, Lalu Muhammad Zohri dari cabang lari cepat. Namun, itu tentunya bukan sebuah kegagalan, sebab ini merupakan debut pertamanya di ajang sebesar olimpiade. Apalagi masih ada masalah lainnya.
Menghadapi olimpiade Tokyo 2020, Indonesia turut berpartisipasi dengan mengirimkan 20 lebih total atlet dari berbagai cabang olahraga. Agar para atlet memiliki tujuannya, maka pemerintah juga memberikan target yang sebisa mungkin dicapai.
Tidak lupa, bonus juga telah disediakan bagi siapa saja yang bisa mendapat medali. Salah satunya adalah Lalu Mumammad Zohri, atlet kebanggaan Indonesia yang spesialisasinya di bidang lari jarak pendek. Zohri baru berangkat menyusul kontingen Indonesia di hari Rabu.
Namun sayangnya, di hari Minggu tanggal 1 Agustus, Zohri yang semulanya diberi target untuk masuk ke semifinal tidak berhasil merealisasikan target tersebut. Namun, perjuangannya tetap harus diapresiasi karena bersaing dengan pelari professional.

Debut Lalu Muhammad Zohri di Ajang Olimpiade
Tidak berhasilnya Zohri di olimpiade ini tidak boleh membuatnya dihujat. Pasalnya, ini merupakan kali pertamanya turun langsung berpartisipasi di ajang sebesar olimpiade. Apalagi di Indonesia belum banyak fasilitas untuk para pelari bisa berkembang dan berlatih.
Zohri sejatinya mengalami perkembangan yang sangat pesat. Beberapa tahun lalu, atlet asal Nusa Tenggara Barat ini bahkan harus berlatih dengan kaki telanjang karena tidak mempunyai sepatu lari. Namun, dia terus berjuang dan dipilih sebagai atlet Asian Games 2018.
Di Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Indonesia ini menjadi titik memuncaknya popularitas Zohri di ajang resmi. Bagaimana tidak, ia langsung meraih emas di ajang lari 100 m tersebut mengalahkan atlet-atlet professional dari seluruh Asia.
Sebenarnya, Zohri juga tidak dipaksa untuk mencapai target. Pandemi covid-19 membuat atlet-atlet Indonesia sulit berlatih dan mendapat jadwal pertandingan. Ditambah lagi untuk Zohri sendiri, ia sebelum berangkat, masih dalam tahap recovery setelah cedera.
Namun, ia berhasil membuktikan bahwa ia akan terus berjuang membanggakan Indonesia sehingga bisa mencapai babak Quarter Final. Ini membuatnya mendapat ucapan banyak ucapan terima kasih dan terus didukung agar selalu berkembang kedepannya.
Kemampuannya ini juga akan terus diasah dan sebelum edisi olimpiade selanjutnya, akan juga menjadi wakil Indonesia di berbagai turnamen resmi, termasuk Asian Games 2022. Di usia yang masih 21 tahun, pastinya kemampuan lari atlet ini masih bisa terus dikembangkan.

lalu muhammad zohri
Lalu Muhammad Zohri

Ada Hambatan Pada Saat Start
Selain karena jam terbang yang masih kurang, perjuangannya di olimpiade 2020 harus terhenti pada saat berlomba. Kendala ini malah sesuatu yang paling krusial pada saat menghadapi perlombaan, yaitu pada saat Start.
Sprinter putra Indonesia, Muhammad Zohri, memastikan dirinya siap tampil maksimal pada debutnya di Olimpiade Tokyo 2020. Tidak ayal, juara Dunia Atletik U-20 2018 itu mencoba memanfaatkan waktu untuk beradaptasi dengan starting block di Stadion Olimpiade, Tokyo.
Dalam sesi latihan yang berlangsung pada Kamis 29 Juli 2021 pagi, dia menjelaskan bahwa starting block di Tokyo berbeda dengan yang digunakan selama latihan di Indonesia. Meski begitu, Zohri tidak melihat hal tersebut sebagai kendala.
Ini membuat Zohri harus puas berada di posisi kelima dengan yang lolos ke babak selanjutnya hanya 3 terbaik. Catatan waktu yang berhasil ditorehkanya adalah 10,26 detik. Berbeda tipis dengan yang ketiga dan keempat yang masing-masing 10,21 dan 10,22 detik.
Indonesia menyumbangkan beberapa atlet untuk turun berpartisipasi di olimpiade Tokyo. Pemerintah memberi target dan bonus agar menjadi semangat para atlet yang berlaga. Namun sayangnya, langkah debut Zohri harus ditahan di babak Quarter Final.

August 3, 2021
Tags: